Arti Kehidupan
Suatu hari...
Pernah ku renungi
Adakah seorang insan yang mengerti
Apakah arti kehidupan ini...?
Pernah ku cari cinta sejati,
Namun yang ku temui hanyalah mimpi,
Suatu mimpi kosong yang tak bertepi...
Apakah salah hati ini...?
Apakah arti juga sebuah persahabatan sejati...?
Apakah itu juga sebuah mimpi?
Jika benar,
Apa arti semua ini...?
Sudah banyak hari kujalani...
Tanpa suatu tujuan yang pasti
Semua seakan hanya ilusi,
Ilusi yang tiada memiliki arti...
Namun satu hal kusadari...
Hanya 'Engkau' yang sungguh mengerti,
Tentang semua arti kehidupan ini...
Karena tak ada yang lebih murni
Dari kesucian Cinta Ilahi.
Pernah ku renungi
Adakah seorang insan yang mengerti
Apakah arti kehidupan ini...?
Pernah ku cari cinta sejati,
Namun yang ku temui hanyalah mimpi,
Suatu mimpi kosong yang tak bertepi...
Apakah salah hati ini...?
Apakah arti juga sebuah persahabatan sejati...?
Apakah itu juga sebuah mimpi?
Jika benar,
Apa arti semua ini...?
Sudah banyak hari kujalani...
Tanpa suatu tujuan yang pasti
Semua seakan hanya ilusi,
Ilusi yang tiada memiliki arti...
Namun satu hal kusadari...
Hanya 'Engkau' yang sungguh mengerti,
Tentang semua arti kehidupan ini...
Karena tak ada yang lebih murni
Dari kesucian Cinta Ilahi.
Ini tangan hamba
dalam rangkaian panjang sujudku
dalam perjalanan aku menghadapmu
dalam setiap nafas yang memanggil asma-Mu
dalam muara sungai kecil dari kedua sudut mataku
Ini tanganku Tuhanku
Ini tanganku ya Rabb-ku
Inilah tangan hambamu
Tangan yang dulunya bukan untuk memutar tasbih dari ibundaku
Tangan yang dulunya bukan untuk menerima air mengalir tuk berwudhu
Ini pula tangan yang bukan untuk menengadah memohon ridho-Mu
Tangan yang kini rindu untuk selalu menengadah
Tangan yang kini cinta akan bentuk ibadah
Tangan yang ingin mampu menjalankan amanah
Tangan yang sadar bahwa ia lemah tanpa ijin Illah
Jangan kau biarkan aku berjalan menjauh
Rangkullah aku selalu dengan penuh
Jagalah aku yang terlampaui mungkin untuk merasa jenuh
Tak mungkin mudah bagiku selalu bersungguh-sungguh
Sementara aku mudah mengeluh
Wahai Dzat pemilik Arsy yang agung
Yang pada-Mu isi antara langit dan bumi bergantung
ijinkanlah hamba selalu menyebut asma-asma-Mu nan agung
Sehingga hamba dapat ungkapkan syukur untuk tiap detakan jantung
Allah... Dapatkah hamba?
Menemui-Mu walau barang sejenak saja
Melihat-Mu meski aku tak kuasa
Bersujud di depan-Mu dengan bahagia
bersih.. sudah tanpa noda-noda dosa
Inilah tangan hamba
Yang hamba pinta agar Engkau buat selau rindu meminta
pada yang Kuasa
pada yang Perkasa
pada yang menciptakan Adam Hawa
Semoga imanku tidak hanya dalam kata-kata
dalam perjalanan aku menghadapmu
dalam setiap nafas yang memanggil asma-Mu
dalam muara sungai kecil dari kedua sudut mataku
Ini tanganku Tuhanku
Ini tanganku ya Rabb-ku
Inilah tangan hambamu
Tangan yang dulunya bukan untuk memutar tasbih dari ibundaku
Tangan yang dulunya bukan untuk menerima air mengalir tuk berwudhu
Ini pula tangan yang bukan untuk menengadah memohon ridho-Mu
Tangan yang kini rindu untuk selalu menengadah
Tangan yang kini cinta akan bentuk ibadah
Tangan yang ingin mampu menjalankan amanah
Tangan yang sadar bahwa ia lemah tanpa ijin Illah
Jangan kau biarkan aku berjalan menjauh
Rangkullah aku selalu dengan penuh
Jagalah aku yang terlampaui mungkin untuk merasa jenuh
Tak mungkin mudah bagiku selalu bersungguh-sungguh
Sementara aku mudah mengeluh
Wahai Dzat pemilik Arsy yang agung
Yang pada-Mu isi antara langit dan bumi bergantung
ijinkanlah hamba selalu menyebut asma-asma-Mu nan agung
Sehingga hamba dapat ungkapkan syukur untuk tiap detakan jantung
Allah... Dapatkah hamba?
Menemui-Mu walau barang sejenak saja
Melihat-Mu meski aku tak kuasa
Bersujud di depan-Mu dengan bahagia
bersih.. sudah tanpa noda-noda dosa
Inilah tangan hamba
Yang hamba pinta agar Engkau buat selau rindu meminta
pada yang Kuasa
pada yang Perkasa
pada yang menciptakan Adam Hawa
Semoga imanku tidak hanya dalam kata-kata
05.13
Fauqi F.
Posted in: 


0 komentar:
Posting Komentar